• Jl. Tentara Pelajar 12 A
  • (0251) 832 1762 / 085213878771 (WA)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Sentra Informasi Layanan Pascapanen
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Laporan Pengaduan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
  • Layanan
    • Layanan Perakitan dan Perekayasaan Teknologi Pascapanen Pertanian
    • Data Komposisi Pangan
    • Sertifikasi Produk, Proses dan Jasa
    • Penyelenggara Uji Profisiensi
    • Penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia
    • Pengujian Analisa Laboratorium
    • Sertifikasi Halal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Perpustakaan Digital
    • Warta
    • Jurnal
Thumb
39 dilihat       04 Juni 2026

Teknologi IoT Hadir untuk Amankan Mutu Benih Jagung Nasional

Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan jagung pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada jagung tahun 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering. Selain untuk pakan ternak, jagung diarahkan menjadi bahan baku industri pangan, seperti pati dan produk turunannya. Upaya peningkatan produksi tersebut perlu didukung oleh penanganan pascapanen yang baik, terutama pada tahap penyimpanan, guna mencegah serangan serangga dan pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin yang dapat menurunkan mutu serta membahayakan keamanan pangan.

Penyediaan benih jagung bermutu merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi jagung nasional. Pada tahun 2026, dilakukan perakitan dan pengujian prototipe gudang benih jagung berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengotomatisasi pemantauan kondisi penyimpanan, seperti suhu dan kelembapan. Teknologi ini diharapkan dapat mempermudah pengendalian serta penjaminan mutu benih jagung selama proses penyimpanan.

Perakitan penyimpanan jagung berbasis IoT difokuskan pada upaya menjaga stabilitas kondisi dalam gudang penyimpanan benih jagung dalam mempertahankan mutu benih jagung, mendeteksi dini pembusukan (jamur penghasil aflatoksin), serta mengotomatisasi kontrol lingkungan melalui sensor-sensor yang dipasang pada gudang.

Kepala BRMP Pascapanen mengatakan menjaga mutu jagung selama penyimpanan menjadi tantangan penting dalam rantai pascapanen. Selama ini pengawasan kondisi gudang masih banyak dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien dan berisiko terlambat mendeteksi perubahan kondisi selama penyimpanan benih jagung.

"Pemanfaatan teknologi IoT menjadi langkah inovatif untuk memastikan mutu jagung tetap terjaga selama penyimpanan. Dengan pemantauan yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan, risiko penurunan mutu benih jagung dapat ditekan sehingga benih jagung yang dihasilkan tetap terjaga kualitasnya," ujar Suharyanto. Penanggung jawab kegiatan, Miskiyah mengatakan Keluaran kegiatan tahun 2026 adalah Prototipe Penggudanga Jagung Berbasis IoT untuk Mengurangi Cemaran Jamur, sedangkan target jangka panjangnya adalah terwujudnya Teknologi Penggudangan Jagung Berbasis IoT untuk Mempertahankan Mutu Jagung Sesuai SNI.

Prototipe ini ditujukan bagi berbagai pengguna, mulai dari penangkar benih, petani, kelompok tani, gapoktan, dinas terkait, Bulog, hingga pelaku usaha. Sistem yang dikembangkan juga diupayakan mudah dioperasikan sehingga dapat diterapkan secara luas di lapangan. “Melalui penerapan teknologi ini, penanganan pascapanen benih jagung diharapkan menjadi lebih baik, risiko kontaminasi aflatoksin dapat ditekan, dan mutu benih jagung yang dihasilkan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan sesuai standar yang dipersyaratkan,” pungkas Miskiyah.

#KitaMulaiCaraBaru #swasembadapangan #pascapanenjagung

Prev Next

- BRMP Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Sharing Session Cari Tahu Tentang SNI Pedoman Proses Pascapanen Cabai Kering 2026
    27 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    SUP INSTAN SAYURAN KERING INSTAN
    24 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Maklumat Layanan BRMP Pascapanen 2026
    23 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Video beragam inovasi produk hasil pascapanen
    23 Jul 2026 - By BRMP Admin
  • Thumb
    Tanamkan Disiplin ASN, BRMP Pascapanen Sosialisasikan PP Nomor 94 Tahun 2021
    21 Jul 2026 - By BRMP Admin

tags

BRMP Pascapanen

Kontak

(0251) 832 1762 / 085213878771 (WA)
-
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar 12 A, Cimanggu, Bogor Tengah 16122, Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

https://pascapanen.brmp.pertanian.go.id/

© 2022 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian. All Right Reserved